1635048056760380
Loading...

Titik Terakhir

Siapa sih yang tidak ingin sampai ketitik terakhir? Pasti semua menginginkan, namun ini baru titik terakhir dalam tahap pertama, dan masih banyak lagi titik titik disetiap tahap lainnya.

Selasa 29 November mia (keponakan) gue wisuda, bahagia yang mungkin tak kan terlupakan, senyum dan sedih terharu akhirnya selesailah sudah sarjana, kalau kata kakak gue (ibunya mia) "selesai sudah tanggungjawab dalam pendidikan, tinggal satu lagi yakni tahap menikahkan", ujarnya sambil tertawa.

Selamat yah atas kelulusannya mia, semua orang bisa menggunakan baju dan topi wisuda, tapi tidak semua orang bisa mengamalkan ilmu yang ada, semoga mia termasuk orang yang bisa memakai baju wisuda dan bisa mengamalkan ilmunya yang ada, insyaalloh bermanfaat, jadilah guru yang berakhlak seperti Rasulullah.

Sedikit cerita, sebenarnya hati gue iri dan sedih melihat teman-teman wisuda, tapi inilah takdir, ada beberapa alasan kenapa gue telat wisuda, yang salah satunya adalah mengurus ayah gue yang sedang sakit, pasti taulah perasaan melihat orangtua sakit, bawaannya Sedih..sedih..dan sedih.. Ayah gue pertama kali sakit parah saat gue pertama kali kuliah dan mengakhiri nafas terakhirnya saat gue semester akhir. Lebih sedihnya, saat gue wisuda tanpa Ayah, tapi ayah menjadi motivasi gue. Inilah takdir Alloh, namun disetiap kesulitan pasti ada jalannya.

Yang gue rasakan saat kemarin mia wisuda, gue selalu kebayang ayah gue hadir saat wisuda gue nanti, namun mungkin hanya hadir lewat hati, hati dalam kerinduan.



Keluarga 1723966506392010938

Posting Komentar

Silakan berkomentar, asal dengan bahasa yang baik.

emo-but-icon

Beranda item

Popular Posts

Random Posts

Powered by themekiller.com