1635048056760380
Loading...

Selamat Tinggal : 1 hari yang tak terlupakan

Ini adalah hal yang sangat tidak diinginkan, namun hal ini memang pasti terjadi, dimanapun, siapapun, kapanpun, karena setiap makluk yang bernyawa akan mati.

Berat rasanya menuliskan cerita tentang ini di blog ini, karena setiap kali menuliskan, pasti akan mengeluarkan air mata. Entah harus dari mana ceritanya, tapi inilah apa yang saya bisa tuliskan.

15 September 2016, kira-kira pukul 9.50 WIB, bapak saya H. Muhammad Amin bin Muasim menghembuskan nafas terakhirnya, Alhamdulillah diiringi kalimat "Laaillahaillalloh..." oleh sang istri setia dan tercinta, yakni ibu saya.

Memang keberadaan saya saat itu tidak ada di sekitar rumah sakit tempat bapak saya di rawat, karena saya sedang menjalankan kewajiban saya untuk mengajar, pukul 10.00 lewat saya ditelpon oleh ibu dan mengabarkan bahwa bapak saya sudah tiada, saya hanya bisa diam dan berkata didalam hati, "beneran?atau hanya mimpi?", perasaan saya saat itu seperti sedang mimpi, sulitlah diungkapkan lebih jelasnya keadaan saya saat itu.

Bersegera beranjak dari kantor setelah izin kalau saya tidak mengajar hari ini.

Sesampainnya di rumah sakit, menuju ruang HCU ibu saya sedang menangis sambil jalan menghampiri saya, dan saya hanya bisa berkata "yang sabar mah, semua ini memang jalannya", berkata dengan tenang, yang padahal hati ini menjerit nangis, dengan alasan agar ibu gue tetap tenang, gue jadi bersikap santai.

Saya masuk menuju ruang HCU, ternyata bapak saya sudah tertutup semua oleh selimut, dan siap untuk dibawa keruang jenazah.

Semua kakak saya segera hadir di rumah sakit untuk menemui, kemudian dengan bersegera pula pulang kerumah untuk mengurus pemakaman dan lainnya.

Setelah saya mengurus administrasi, bapak saya pulang dengan mobil ambulan.

***
Sesampainnya dirumah, terlihatlah bendera kuning didepan rumah, memang tak pernah menyangka hal ini akan terjadi secepatnya.

Dan dirumah banyak orang yang berkumpul taziah, membacakan yasin, tahlil dan doa. Terima kasih semua yang telah hadir dan mendoakan, semoga segala kebaikan apapun yang mereka berikan, akan dibalas oleh Alloh ta'ala. Amin...

Sampai dirumah pukul 13.30, dan pukul 14.30 langsung dimandikan dan di kain kafankan agar setelah ashar bisa dimakamkan, alhamdulillah saudara sudah berkumpul, dan pukul 16.00 dibawa ke mushola untuk di sholatkan dan lanjut dimakamkan.

Saya, kak Yasin, dan kak Amir yang mengantarkan ke liang kubur, alhamdulillah kami bertiga yang membuka tali kain kafannya, saya meng-Adzankan, sampai menibun tanah sampai terakhir, tercapailah sudah saya sebagai anak laki satu-satunya untuk mengantarkan bapak sampai tempat terakhirnya. mudah, saya bukan sombong, tapi saya bangga bisa memberikan apa yang saya mampu sampai terakhir untuk sang bapak.

Setelah selesai semuanya, pas magrib, kami pun kembali kerumah dan menyiapkan acara selama 7 hari.

Pesan Singkat : Bagi yang salah satu orangtuanya masih ada ataupun lengkap keduanya, sayangi mereka, buatlah mereka tersenyum karena bangga.
Keluarga 3556781651629445742

Posting Komentar

Silakan berkomentar, asal dengan bahasa yang baik.

emo-but-icon

Beranda item

Popular Posts

Random Posts

Powered by themekiller.com